Showing posts with label Latihan. Show all posts
Showing posts with label Latihan. Show all posts

Sunday, July 20, 2008

Gizi Atlet

Oleh:Toto SudargoIKM-FK UGM YOGYAKARTA 2007Pola makanan masyarakat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, antara lain, sosial budaya, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, suku bangsa bahkan ras, turut andil didalamnya. Pola makanan bergantung pada jumlah, jenis dan frekuensi. Berbagai cara telah ditempuh oleh manusia sejak berabadabat yang silam, dengan tujuan untuk mendapatkan makanan yang dapat menguatkan tubuh, serta selalu dapat disimpan dalam waktu lama. Dan lebih spetakuler lagi saat ini berbagai perusahanan makanan mengkaji bagaimana cara membuat makanan menjadi praktis, baik dibawa, disimpan maupun dikonsumsi.Secara alami pertumbuhan fisik seseorang akan sangat dipengaruhi oleh asupan makanan yang diterimanya. Genetik yang baik untuk seorang kandidat atlit olahraga prestasi tanpa asupan gizi yang baik, pertumbuhan fisiknya tidak akan sempurna. Hal lain yang sangat mempengaruhi perkembangan fisik tersebut adalah aktifitas fisik yang dilakukan sepanjang kehidupannya, apakah itu berupa latihan yang teratur dan terprogram ataupun kegiatan fisik lainnya. Kedua hal ini merupakan faktor pembentuk dasar utama dalam olahraga prestasi (Sidi, 2007

Bahan makanan bukan semata untuk menghilangkan rasa lapar, akan tetapi makanan tersebut memiliki fungsi yang lain, baik untuk tujuan pengobatan, diet, maupun untuk tujuan – tujuan lainnya. Seperti apa yang dikatakan Soebagyo bahwa sudah sejak lama masyarakat kurang meyakini, dan saat ini seringkali dapat dibuktikan kebenarannya. Ungkapan Hippocrates seperti “Let food be your medicine and medicine be your food” kini kian banyak terbukti. Bagi atlit nasional Indonesia masalah asupan gizi merupakan tantangan utama. Hal disebabkan kondisi, dimana umumnya mereka datang dari keluarga dengan kemampuan ekonomi menengah kebawah. Pemenuhan makanan seharihari untuk pertumbuhan rata-rata masih kurang baik secara kuantitas apalagi kualitas. Jadi pada usia pertumbuhan saja, seorang dengan karakter genetik yang baik sudah mengalami defisit dari syarat untuk bisa tampil sebagai atlit yang prima. Padahal untuk kebutuhan seorang olahragawan berprestasi, seperti halnya pelari jarak jauh dan maraton bisa dua kali lebih besar dari seseorang untuk kehidupan yang normal (Sidi, 2007).

Berbagai jenis makanan yang dikonsumsi manusia mampu meningkatkan kondisi kesehatan sel-sel tubuh, sebab berbagai jenis bahan makanan dapat bertindak sebagai obat didalam tubuh. Perubahan perilaku makan sehari-hari yaitu dengan lebih banyak mengkonsumsi bahan makanan yang telah diketahui akan berakibat positif didalam tubuh, dan akan meningkatkan kesehatan bahkan akan terhindar dari berbagai penyakit akut maupun kronis atau yang lebih populer yaitu penyakit degeneratif. Dengan kondisi geografi serta etnik yang ada di Indonesia ini boleh dikatakan, bahwa setiap atlit dari propinsi yang berbeda mempunyai kebiasaan makan serta jenis makanan favorit yang berbeda. Kebiasaan ini tentu saja dibawa oleh mereka dalam memasuki pemusatan latihan nasional. Ada atlit yang bisa menyesuaikan dengan makanan yang disediakan (biasanya telah dinilai oleh ahli gizi), bahkan makan secara berlebihan. Adapula yang masih harus mencari makanan yang biasa dikonsumsi didaerahnya, sekalipun nilai gizinya kurang. Hal ini bisa menimbulkan kesulitan di dalam pembinaan, karena sementara atlit kelebihan berat badan (obesitas) sementara yang lain tetap berada dalam kondisi kekurangan nutrisi(Sidi, 2007).

Hasil pengamatan pada beberapa atlet dengan latar belakang berbagai cabang olah raga menunjukan bahwa gizi dan olah raga secara bersama-sama akan menghasilkan prestasi yang baik. Dengan menggunakan strategi gizi untuk olah raga baik sebelum, selama dan sesudah latihan dapat membantu atlet mencapai performa terbaik mereka. Memang tiap cabang olah raga berbeda kebutuhannya, akan tetapi secara umum telah diakui bahwa energi dan cairan merupakan 2 (dua) zat gizi yang perlu diprioritaskan (Purba, 2007). Sampai saat ini, makanan selalu akan dikaitkan dengan zat gizi yang telah lama dikenal yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Berkenaan dengan penemuan-penemuan baru tentang manfaat bahan makanan, sesungguhnya kita tidak boleh puas hanya dengan memahami istilah-istilah yang selama ini sudah kita kenal, yaitu karbohidrat, lemak dan protein, akan tetapi kita juga perlu mengetahui dan mempelajari istilah-istilah seperti “desmutagens”, “antimutagens”, anticarsinogens”, dan lainnya, yang merupakan senyawa dalam bahan makanan yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Senyawa-senyawa bahan makanan yang relatif masih baru ditemukan ini berbeda dengan zat-zat gizi, bahkan sebagian besar nilai gizinya sangat rendah. Hal ini disebabkan jumlah yang dikonsumsi sangat sedikit. Meskipun senyawa ini secara fisiologis tidak potensial, akan tetapi senyawa misterius “allicin” ini secara radikal dan menakjubkan dapat mempengaruhi mekanisme fisiologis tubuh yang merupakan kunci untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal, bahkan menggapai usia lebih panjang. Tidak seperti obat-obat modern yang bertujuan tunggal, maka senyawa-senyawa misteruis dalam bahan makanan ini
lebih berfungsi sebagai obat mujarab seumur hidup terhadap terjadinya perusakan sel-sel yang bersifat akumulatif yang dikenal orang yang disebut penyakit.

Berbagai bahan makanan memiliki khasiat yang bersifat farmakologis, sehingga mampu menjaga sel-sel secara individual dengan cara memotong musuh dalam serangkaian biologis. Walaupun belum semua rahasia farmasi makanan diketahui, tetapi menunggu sampai semua informasi diperoleh merupakan pekerjaan yang sia-sia. Berbagai bahan makanan yang mempunyai manfaat bagi optimalisasi kesehatan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya.

Farmasi makanan ini sudah banyak diungkap dalam berbagai diskusi, tetapi yang paling banyak dibahas adalah mengenai manfaat buah, sayur dan berbagai bahan mineral lainnya. Hal ini karena pada individu yang hanya makan buah dan sayur (vegetarians) banyak ditemukan bukti serta kenyataan bahwa mereka lebih tahan terhadap penyakit. Badan sehat adalah unsur yang sangat penting dalam mencapai kebahagiaan hidup dan dapat diperoleh melalui makanan yang kita makan sehari-hari. Makanan yang bergizi merupakan sumber kekuatan tubuh dan kesehatan. Manusia sebagaimana makhluk sosial lainnya, membutuhkan makanan untuk mempertahankan hidup. Perkembangan ilmu pengetahuan telah memberi keyakinan bahwa makanan yang dimakan harus dapat memenuhi kebutuhan hidupterhadap zat-zat gizi. Demikian pula perkembangan teknologi makanan, prioritas diutamakan kepada penyediaan yang cukup zat-zat gizi dalam makanan. Hal yang sama dituntut pula pada formula makanan bayi, catering, restoran dan berbagai makanan lainnya (convenience foods). Saat ini teknologi mengenai penyediaan makanan sudah sangat maju, maka arti makananpun mengalami banyak pergeseran. Makanan saat ini tidak saja dituntut harus memenuhi zat gizi, tetapi makanan juga harus aman dimakan atau tidak menyebabkan sakit bagi yang mengkonsumsinya.

Kecukupan Konsumsi Zat Gizi
Kecukupan konsumsi zat gizi atau yang dikenal dengan istilah Recommended Dietary Alowances (RDA), adalah jumlah zat gizi yang dianggap cukup yang harus dikonsumsi seseorang setiap hari agar tubuhnya sehat. Jumlah yang dianjurkan ini tidak berarti rata-rata. Artinya apabila zat gizi yang dikonsumsi tidak cukup banyak sesuai dengan RDA, tidak berarti orang tersebut langsung akan menderita kekurangan gizi. Sebab, barangkali orang yang bersangkutan makan lebih banyak pada hari- hari berikutnya. Seseorang akan kekurangan gizi apabila setiap hari makanan yang dikonsumsi selalu rendah dibandingkan dengan RDA dalam jangka waktu yang relatif lama, berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Para ahli gizi menggunakan RDA sebagai reference, atau standar konsumsi zat gizi. Dari standar ini makanan yang dikonsumsi setiap hari diterjemahkan kedalam menu seimbang, sesuai dengan kebudayaan masyarakat setempat.

Kecukupan konsumsi setiap hari disesuaikan dengan jenis kelamin, umur, dan keadaan tertentu, misalnya ibu hamil dan menyusui. Pengertian menu siembang adalah ekspresi hubungan antar berbagai zat gizi dalam sehari-hari. Ada berbagai istilah yang dikenal, misalnya calorie balance, iron balance yaitu lebih ditujukan pada single individu, yaitu keseimbangan antara zat gizi yang keluar dari tubuh dengan zat gizi yang dikonsumsi dari makanan. Untuk menyusun menu seimbang dipergunakan penuntun, misalnya pengelompokan bahan makanan sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di masyarakat seperti berikut Kelompok sumber vitamin dan mineral seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

Karbohidrat Bahan makanan pokok biasanya merupakan sumber utama karbohidrat, karena selain tinggi amylumnya, juga dapat dimakan dalam jumlah besar tanpa menimbulkan rasa nek atau mual. Bahan makanan pokok masyarakat kita adalah beras, sagu, terigu, jagung, ubi jalar, singkong, talas, kentang dll. Di dalam tubuh karbohidrat merupakan salah satu sumber utama energi. Karbohidrat merupakan sumber energi yang paling murah. Karbohidrat yang tidak dapat dicerna tidak dapat menghasilkan energi, misalnya selulosa, galaktan dan pentosan, jadi tidak akan menyebabkan kegemukan, dan sangat baik untuk membantu proses pencernakan.

Di Indonesia 70 – 80% dari seluruh kebutuhan energi berasal dari karbohidrat. Pada kondisi sekarang ini kelompok masyarakat yang tingkat ekonominya rendah, maka konsumsi karbohidrat akan lebih tinggi dibandingkan dengan bahan makanan hewani. Masyarakat yang mengalami kemajuan dalam tingkat ekonominya, maka akan terjadi pergeseran sumber energi yang berasal dari karbohidrat kearah lemak dan protein. Pada negara maju kebutuhan energi hanya disuplai 30-40% berasal dari karbohidrat. Memberi perhatian terhadap berapa lama suatu makanan untuk dicerna dapat membantu atlet dalam memilih makanan.

Karbohidrat dicerna dalam satu sampai tiga jam; protein dalam tiga sampai empat jam; lemak antara empat sampai lima jam. Makanan pokok dengan daging rendah lemak, segelas susu, sayuran dan buah-buahan serta biskuit merupakan menu yang baik misalnya untuk pemain basket dua atau tiga jam sebelum latihan. Sebaliknya, segelas jus buah-buahan atau susu dan biscuit dapat dicerna dengan cepat dan merupakan pilihar yang baik satu jam sebelum latihan basket. Selama latihan yang berlangsung satu jam atau kurang, atlet sebenarnya tidak perlu makan selama latihan tersebut berlangsung. Akan tetapi minum cukup cairan selama beraktivitas akan membuat atlet stabil secara emosional, memperlambat timbulnya kelelahan, mempertahankan stamina dan kecepatan. Air putih merupakan cairan yang paling
baik untuk olah raga secara tim termasuk atlet bola keranjang. Cara penentuan jumlah cairan yang dibutuhkan sangat mudah. Timbanglah berat badan sebelum dan sesudah latihan. Asupan cairan dapat dikatakan cukup bila perbedaan berat badan sebelum dan sesudah bertanding tidak lebih dari 2%. Jika aktifitas fisik cukup intense dan berlangsung lebih dari 60 menit, minuman olah raga dapat merangsang kerja otot (Purba, 2006).

Protein
Protein merupakan zat gizi yang sangat penting, karena yang paling erat hubungannya dengan proses-proses kehidupan. Semua hayat hidup sel berhubungan dengan protein. Protein terdiri dari unsur C, H, O, dan N. Berdasarkan komponen yang menyusun protein, maka dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu
1). Protein sederhana (simple protein)
adalah hasil hidrolisa total protein jenis ini merupakan campuran yang hanya terdiri atas asam-asam amino;
2). Protein komplek
adalah hasil hidrolisa total dari protein jenis ini, selain terdiri atas berbagai jenis asam amino, juga terdapat komponen lain, misalnya unsur logam, gugusan phosphst dsb (contoh: hemoglobin, lipoprotein, glicoprotein dsb;
3). Protein derivat,
ini merupakan ikatan antara sebagai hasil hidrolisa parsial dari protein native, misalnya albumosa,
peptone dll.

Lemak
Lemak adalah zat makanan yang paling banyak menghasilkan energi, dimana tiap 1 gram lemak menghasilkan 9 Kcal. Lemak dalam bentuk padat disebut lemak atau gajih, seangkan lemak dalam bentuk cair disebut minyak. Lemak atau gajih yang berbentuk padat umumnya terdiri dari lemak jenuh, dan berasal dari hewani. Akan tetapi tidak semua lemak hewan adalah lemak jenuh, misalnya minya ikan yang pada temperatur kamar berbentuk cair mengandung lebih banyak lemak tak jenuh. Lemak jenuh dikenal dapat meninggikan kolesterol di dalam badan.

Minyak lebih banyak mengandung lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh ada 2 macam, yaitu 1). Lemak tunggal tak jenuh yang hanya mempunyai satu ikatan rangkap. Lemak ini tidak meyebabkan peningkatan atau penurunan kolesterol didalam tubuh; 2). Lemak majemuk tak jenuh yang mempunyai dua atau lebih ikatan rangkap, lemak ini lebih banyak terdapat didalam minyak tumbuh-tumbuhan dan minyak ikan dan berfungsi menurunkan kolesterol. Linoleik dan linolenik atau yang disebut EFA (Essetial Fatty Acid) banyak terdapat pada lemak majemuk ganda. Bahan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh antara lain es krim, krim susu, lemak babi, lemak daging gemuk coklat dll.

Fungsi lemak adalah sebagai pelarut vitamin, dan vitamin yang larut dalam lemak yaitu Vitamin A, D, E dan K. Lemak membuat makanan menjadi lebih gurih dan enak, selain itu lemak membuat rasa kenyang lebih lama dibanding dengan konsumsi karbohidrat dan protein.
Read More - Gizi Atlet

Saturday, July 12, 2008

Pemanasan dengan Jalan Kaki

Jalan kaki adalah olahraga yang murah, aman dan sangat menyenangkan bila dilakukan bersama-sama teman, pasangan atau keluarga. Dan jangan pernah menganggap remeh jalan kaki, karena tidak sedikit manfaat yang bisa kita dapatkan dari “sekadar” berjalan-jalan.
Pada dasarnya, aktivitas fisik yg dilakukan secara kontinyu dan dalam waktu yg panjang dapat melatih kesegaran jasmani seseorang, termasuk berjalan kaki. Selain melatih kesegaran jasmani, oksigen yang dihirup dan diedarkan akan melancarkan sirkulasi darah. Efeknya, kondisi tubuh tak cepat lelah dan lebih cepat mengembalikan tubuh pada kondisi normal, serta mengurangi stres atau depresi.



Jalan Kaki dan Jantung



Jalan kaki diklaim dapat menyehatkan jantung Anda, karena jalan kaki secara teratur dapat menurunkan resiko hipertensi, yaitu salah satu faktor pencetus penyakit jantung. Selain itu, jika Anda memang penderita hipertensi, aktivitas berjalan kaki justru akan sangat membantu menurunkan mengurangi tekanan darah Anda, tentunya jika dilakukan secara rutin.



Aktivitas jalan kaki memang baru bisa disebut olahraga jika dilakukan secara kontinu, minimum 30 menit setiap harinya. Untuk latihan jantung, perhitungan zona latihannya adalah 60-80 % dari denyut nadi maksimum (DNM). Angka DNM diambil dari 220 – umur. Jadi, misalnya Anda berusia 40 tahun, DNM-nya adalah 220 – 40 = 180, maka denyut nadi latihan Anda antara 60% x 180 = 108 dpm (denyut per menit) sampai dengan 80% x 180 = 144 dpm.



Namun agar latihan lebih efektif dan bisa masuk zona latihan, sebaiknya intensitasnya ditambah, baik itu kecepatannya, jarak tempuhnya, waktu dan juga medannya (misalnya jalan yang menanjak/menurun). Latihan pun bisa dimulai dari seminggu sekali, seminggu dua kali, seminggu tiga kali, sampai nantinya bisa dilakukan setiap hari.


Jalan Kaki dan Nyeri Punggung



Mereka yang sedang menderita nyeri punggung atau sedang dalam masa penyembuhan akibat nyeri punggung, disarankan untuk melakukan olahraga ringan seperti aerobik, namun untuk beberapa kasus penderita nyeri punggung, kadang olahraga ringanpun tetap terasa nyeri sehingga mereka cenderung berhenti berolahraga.



Sebagai alternatifnya, maka disarankan untuk mengganti olahraga ringan dengan berjalan kaki. Jalan kaki dengan kecepatan rendah yang stabil dan seimbang justru akan menjaga dan meningkatkan kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari, sambil turut mengurangi kecenderungan timbulnya nyeri punggung di kemudian hari.



Sebelum berolahraga dengan cara jalan kaki, lakukan peregangan secara perlahan dan lembut untuk meregangkan otot dan sendi-sendi agar terbiasa dengan gerakan berjalan kaki. Namun ada baiknya sebelum melakukan peregangan, Anda terlebih dulu melakukan jalan ringan selama lima menit untuk pemanasan.



Karena berjalan kaki dapat melatih otot betis, paha, panggul dan torso, maka olahraga ini dapat meningkatkan stabilitas tulang belakang dan juga kondisi otot-otot penyangga sehingga postur tubuh yang tegak tetap terjaga. Selain itu, berjalan kaki juga dapat memperkuat tulang, sehingga apabila dilakukan secara rutin dapat membantu mencegah osteoporosis dan bisa membantu mengurangi nyeri osteoarthritis.


Sebelum Anda memulai program ini, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, seperti :



1. Gunakanlah sepatu dan pakaian olahraga yang nyaman dan melindungi tubuh. Sangat disarankan untuk menggunakan pakaian yang longgar, dan Anda bisa memakai beberapa lapis pakaian untuk meningkatkan suhu tubuh. Sebaiknya hindari bahan pakaian dari karet karena menghalangi menguapnya keringat. Jika Anda senang berjalan kaki di malam hari atau sebelum fajar, gunakan pakaian yang berwarna cerah supaya pengendara bermotor yang mungkin lewat dapat melihat Anda, sehingga Anda terhindar dari kecelakaan.

2. Lakukan pemanasan. Caranya cukup dengan berjalan kaki perlahan selama kira-kira lima menit sampai Anda merasa cukup hangat. Pemanasan dapat menghindari resiko terjadinya cedera otot saat Anda berjalan kaki.

3. Lakukan peregangan. Setelah pemanasan, lakukan peregangan otot selama kurang lebih lima menit. Pastikan peregangan yang Anda lakukan meliputi leher, tangan, pinggul, otot bagian atas dan bawah kaki termasuk otot hamstring, yaitu otot yang ada di sisi belakang paha, dan juga pergelangan kaki.

4. Siapkan diri dengan pernak-pernik pencegah cedera, seperti pelindung lutut atau koyo ataupun gel panas untuk mengatasi nyeri otot saat berjalan.



Setelah Anda beres dengan segala persiapan awal, barulah Anda boleh memulai program jalan kaki Anda. jika Anda ‘pemain baru’ atau ‘olahragawan musiman’, yang biasanya terlalu lama pasif dan mudah lelah, cara yang paling baik untuk memulai berjalan kaki adalah dengan berjalan santai. Berjalanlah sejauh dan dengan kecepatan yang Anda rasa paling nyaman. Jika Anda hanya sanggup berjalan kaki lima menit, maka anggap saja lima menit tersebut adalah starting point Anda. Anda dapat memulai program ini misalnya dengan berjalan kaki selama tiga sampai lima menit tiap hari di minggu pertama, tak usah berjalan kaki serius, tetapi niatkan panjang waktunya. Lalu pada minggu kedua Anda bisa meningkatkan waktu menjadi 15 menit dengan frekuensi rutin dua kali seminggu. Setelah beberapa minggu, Anda dapat berangsur-angsur meningkatkan waktu menjadi 30 menit dengan frekuensi lima hari seminggu.



Walaupun jalan kaki sepertinya ringan dan sederhana, namun bukan berarti bebas dari resiko cedera. Jika Anda berjalan kaki dengan postur tubuh atau gerakan yang salah, maka Anda juga bisa cedera. Postur tubuh yang disarankan saat berjalan kaki untuk menghindari cedera adalah :



Kepala dan bahu : jaga posisi kepala tegak dan berada di tengah bahu, tidak miring, dengan mata focus menatap lurus ke depan. Posisi bahu rileks namun tetap tegak, dan hindari membungkuk.



Otot perut : saat berjalan kaki, gunakan otot-otot perut untuk membantu menyangga postur tubuh dan tulang belakang. Caranya dengan sedikit menarik otot perut (mengempiskan perut) sambil posisi tubuh benar-benar tegak saat berjalan.



Pangkal paha : mayoritas gerakan maju harus dimulai dari pangkal paha. Setiap langkah harus terasa alami, jangan terlalu panjang ataupun terlalu pendek. Kebanyakan orang melakukan kesalahan dengan cara mengambil langkah terlalu panjang.



Tangan : posisi lengan atas harus dekat dengan tubuh, dengan sikut membentuk sudut 90 derajat. Saat berjalan, lengan harus tetap bergerak maju serentak dengan langkah kaki, namun berlawanan tempat (saat kaki kiri maju, tangan kanan yang maju). Usahakan agar posisi tangan rileks, dengan posisi telapak tangan menggenggam ringan.

Kaki : tiap kali melangkah, kaki mendarat di tumit, kemudian bagian tengah kaki, dan selanjutnya jari. Anda bisa membayangkan seperti berjalan di atas bola yang menggelinding.



Jika sudah menguasai cara berjalan kaki yang benar, kini saatnya Anda menghitung intensitas olahraga yang Anda lakukan. Mengetahui tingkatan intensitas olahraga Anda membuat Anda bisa mengukur apakah Anda harus meningkatkan intensitasnya jika dirasa kurang maksimal, atau justru menguranginya untuk menghindari cedera akibat aktivitas yang terlalu berlebihan. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengukur intensitas jalan kaki yang Anda lakukan, antara lain :



Tes Bicara. Jika Anda terlalu sulit berbicara atau kehabisan napas untuk mengobrol dengan rekan Anda saat berjalan kaki, artinya Anda berjalan terlalu cepat dari yang semestinya, dan Anda harus mengurangi kecepatannya.



Skala Borg. Metode ini sebetulnya sifatnya lebih self-assessment. Misalnya, Anda membuat tingkatan skala sendiri tentang seberapa keras (intensitas) Anda berolahraga. Skalanya dimulai dari 6 (tidak olahraga sama sekali) sampai dengan 20 (olahraga dengan kekuatan maksimal). Untuk berjalan kaki, Anda harus berada di skala intensitas menengah, yaitu pada skala 12 - 14.

Monitor denyut jantung . Untuk mengetahui apakah Anda telah melakukan olahraga dalam rentang target denyut jantung, berhentilah berjalan dan periksa denyut jantung Anda secara manual pada pergelangan tangan (arteri radial) atau leher (arteri carotid). Saat ini sudah ada alat pengukur denyut jantung yang dapat Anda gunakan juga.



Mulai Dari yang Ringan



Jika Anda berniat memulai program berjalan kaki, tapi merasa tidak punya waktu untuk berolahraga karena kesibukan Anda, seharusnya tidak ada alasan untuk tidak mau memulai. Anda bisa mengantisipasinya dengan cara, misalnya, memarkirkan mobil Anda di sudut terjauh agar Anda bisa berjalan kaki ke gedung kantor Anda. Atau Anda yang di Jakarta dan menggunakan Transjakarta menuju kantor, Anda dapat turun di satu halte sebelum atau sesudah halte tujuan Anda, dan kemudian berjalan kaki. Jika perlu, selama di kantor Anda bisa menghindari penggunaan lift jika jarak lantai yang Anda datangi hanya terpaut dua lantai dari tempat Anda. Yang penting Anda bisa menjadwalkan lima sampai sepuluh menit dalam time table Anda tiap harinya untuk berjalan kaki, dimanapun juga. Jadi, tunggu apa lagi? Jalan kaki, yuk!


Sumber : mediasehat
Read More - Pemanasan dengan Jalan Kaki